No image available for this title

Mata Kuliah Keahlian Berkarya

Revitalisasi Humaniora dalam Rangka Pembangunan Moral Bangsa: sebauh refleksi sastrawi



Karya sastra Indonesia dekade 70-an, 80-an, dan 90-an, jelas bukan hasil khayalan pengarangnya, bukan akal-akalan, bukan rekaan, bukan dari dunia lain, tetapi sebagai saksi kemanusiaan yang berbentuk refleksi mendalam tentang manusia dan masyarakat Indonesia ketika itu. Atau, meminjam pendapat Richard Rorty bahwa karya sastra dapat mengungkapkan secara rinci berbagai jenis penderitaan yang dialami rakyat, yang selama ini kita abaikan, dapat pula memberikan gambaran tentang kekejaman macam apa yang dapat dilakukan oleh manusia, dan oleh karena itu dapat membantu kita untuk mendekripsikan ulang sipa diri kita sebenarnya. Jika kita mau menggiatkan kembali humaniora, kita harus menggauli karya satra. Tanpa membaca karya sastra itu secara langsung, sulit untuk dapat mendeskripsikan ulang siapa diri kita yang sebenarnya. Oleh karena itu, terkait dengan revitalisasi sastra, sasaran bidik yang lebih pas adalah pendidikan sastra sejak dari sekolah rendah, sampai perguruan tinggi. Kuliah ilmu budaya dasar yang telah dikubur, perlu dibangkitkan kembali denga roh yang berbeda. Kuliah ilmu Budaya Dasar bisa dirancang seperti Liberal Arts di negara-negara Barat, sehingga upaya untuk merevitalisasi humaniora dalam rangka membangun moral bangsa yang sudah sangat amburadul ini, akan ada hasilnya...


Ketersediaan

14127807 RAH rPerpustakaan Pringwulung (Rak 2 kiri)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
807 RAH r
Penerbit Penerbit Universitas Sanata Dharma : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
iii, 94 hlm.; ilus.; 14 x 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-1088-33-6
Klasifikasi
807 RAH r
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this